Renungan : Cinta....


Mengapa kalian mau menikah ? tanya saya kepada anak muda yang ingin menikah. Jawabnya sudah bisa ditebak bahwa karena mereka saling mencintai. Sayapun bertanya lagi. Mengapa kamu saling mencintai ? jawabnya berhubungan dengan kondisi yang ada pada masing masing pasangan. Yang pria mengatakatan bahwa wanita calon istrinya itu soleha, cantik dan dari keturunan baik baik. Yang wanita mengatakan bahwa pria calon suaminya mempunyai pekerjaan tetap, berpendidikan , soleh, dan gagah, juga berasal dari keluarga baik baik. Karena hal tersebutlah membuat kami merasa cocok dan akhirnya saling mencintai. Demikian kata mereka. Saya tersenyum mendengar alasan mereka itu.  Karena kalau cinta yang dimaksud masih ada kondisi maka itu bukanlah cinta.  Ada untung rugi dan ketika untungnya lebih banyak maka kesepakatan terjadi. Jadi itu deal business biasa.

Sesoleh apapun wanita tak banyak yang siap dimadu. Sesoleh apapun pria tidak banyak yang siap bila istrinya sakit hingga tak berfungsi sebagaimana layaknya istri. Ini manusiawi ,kata oran g . Aha..benarlah adanya bahwa itu cinta yang dimaknai tak lain hanyalah  deal situasional belaka,yang serba conditional. Lantas apa yang dimaksud dengan cinta sebetulnya? Cinta adalah konsep memberi. Dikatakan konsep karena dia utopis, idealis dan didalamnya ada program procedure tentang keagungan dari sikap memberi. Cinta tidak mengenal meminta. Cinta tidak mengenal waktu. Cinta tidak mengenal angka dan kata kata. Cinta adalah cinta. Apakah ada manusia yang  mampu menerapkan cinta dalam arti konsep memberi itu ? jawabnya pasti tidak ada. Manusia itu sudah ditakdirkan sangat lemah dalam segala hal. Pemilik cinta hanyalah Allah. 

Allah memberi sega la galanya untuk sebuah kehidupan bagi mahklum ciptaannya.  Malaikat, iblis dan manusia hidup dalam ruangnya masing masing.  Setiap ruang mempunya system sendiri. Pada setiap ruang itulah Allah mencurahkan kasih sayangnya kepada setiap makhluk, termasuk iblis. Kalau Allah tak memiliki cinta , sudah lama Iblis itu dimusnahkan.  Sudahlah lama orang kafir dimusnahkan. Bayangkan, manusia diberi free will atau kebebasan memilih dan berbuat apa saja. Artinya sesuatu yang menjadi hak Allah diberikan kepada manusia. Ya semua kebaikan kembali kepada manusia dan semua keburukan kembali kepada manusia. Itulah konsekwensi dari Free will. Mungkin karena free will bukan sesuatu yang mudah untuk keselamatan manusia maka Allah menyediakan Sorga dan Neraka.  Semua rasul datang kedunia memberikan peringatan tentang dua hal ini. Yang makrup adalah jalan kesorga, yang munkar adalah jalan ke neraka.

Muhammad  SAW sebagai Rasul akhir zaman diberi tugas tambahan menyampaikan pesan cinta kepada manusia yaitu kelapangan dan kemudahan dalam menjalankan syariat agama atau tidak seperti umat umat sebelumnya yang sangat keras dan kaku dalam melaksanakan ritual agama. Manusia juga mendapatkan semua sumber daya untuk hidup dan berkembang . Bukan haya sumber daya berupa bumi dan alam semesta tapi juga tutorial  melalui Rasul untuk mendapatkan kemudahan melewati waktu. Maklum manusia hidup dibatasi ruang dan waktu , dan karenanya perlu kebijakan untuk memahami apa yang tersurat ( yang bisa dilihat ) dan apa yang tersirat ( yang tak nampak). Dari semua yang Allah beri itu, Allah tak meminta imbalan apapun dari kita. Makanya tak akan ma mpu kita membayar syukur atas apa yang sudah Allah berikan kepada kita, walau seumur hidup kita menyembah Allah. Itulah keagungan cinta yang tak mungkin bisa dibalas.

Begitu tak terbatasnya kasih sayang Allah kepada makhluknya maka disebutlah  Cinta. Kekuasaan Allah tak berkurang sedikitpun andaikan semua manusia melakukan munkar. Dan cinta Allah juga tak berkurang  sedikitpun karena itu. Demikianlah cinta yang hanya bisa dilakukan dan di provide oleh Allah. Manusia hanya bisa melaksanakan bayang bayang dari cinta itu. Apa itu ? kasih sayang. Ya Kasih sayang inilah yang sangat manusiawi. Yang kadang dipengaruhi oleh situasi dan kondisi. Namun bila kasih sayang itu dilakukan hanya karena ingin beribadah kepada Alla h maka kasih sayang itu akan melimpah dan ia mendekati Cinta. Suami menyayangi istri karena niatnya ibadah bahwa istri adalah amanah dari Allah. Istri menyayangi suami Karen niatnya ibadah. Kita menyayangi anak karena niat menjalankan amanah dari Allah. Kasih sayang kita kepada kedua orang tua karena niat untuk beribadah kepada Allah. Kasih kita kepada sahabat, tetangga, sanak family, lingkungan , masyarakat, niatnya karena ibadah.

Bila kasih sayang itu  dilaksanakan ikhlas karena Allah tanpa disadari sebetulnya kita didunia ini sedang berbuat untuk dan atas nama Allah (bismillahir rahmanir rahim). Bila  kasih sayang tak berbalas, tidak usah dipikirkan . Jangan pernah berhenti untuk menebarkan kasih sayang kepada siapapun. Cukuplah Allah sebagai penilai dan tempat bersandar. Adakah  perbuatan yang lebih agung didunia ini dibandingkan  perbuatan mewakili Allah ? karena itulah, iblis iri dan malaikat sujud kepada makhluk bernama Manusia.
wallahualam